Langsung ke konten utama

Postingan

Mendaki Gunung Memakai Rok, Siapa Takut?

Mendaki Gunung Memakai Rok, Siapa Takut?  Ini dia si kincau (Dwi S.Widati) Mahasiswi Unsuri Angkatan 2014 Fakultas Ekonomi Manajemen . Pada awal tahun 2015 dia mengikuti pendidikan Pasung dan dinyatakan lulus, dan sekarang sudah menyandang scraf kuning sebagai anggota tetap. Sesosok orang yang, seru, suka candaan, terbuka, suka diskusi, dan yang paling menjadi dirinya sendiri adalah selalu pakai rok di bandingkan dengan teman-teman Pasung yang lain. Di dalam kegiatan Pasung sendiri yang bersifat Outdoor, tidak menyurutkan dia untuk merubah cara berbusana, Kebetulan divisi yang dia ambil adalah Outbound dan Mountenering/Pendakian Gunung.   Tidak mudah memang mengenakan rok panjang hingga ke mata kaki sementara di kanan kiri semak dan rumput juga kayu-kayu kerap menggangu kenyamanan pendakian. Komitmen yang kuat serta pembiasaan tentunya akan menjadi obat mujarab yang akan merubah hal sulit menjadi biasa, mudah dan nyaman. Yang pasti dia tidak samakan ...

Jika Suamimu Seorang Pendaki Gunung

Jika Suamimu Seorang Pendaki Gunung  Apa yang ada di benak kalian jika mendengar kata ‘pendaki gunung’? Boleh jadi seorang lelaki dengan carrier besar, celana pdl, sepatu gunung, buff bercorak bunga atau sulur abstrak, windbreaker dan sarung tangan tebal, rambut gondrong yang terkesan kumal, dan kulit gelap khas terbakar matahari. Aku adalah seseorang yang nantinya berprofesi tak dekat dengan alam. Tapi tak bisa kupungkiri aku memiliki ketertarikan terhadap alam. Ya, aku adalah seorang pendaki gunung. Aku tahu, kesan seorang pendaki gunung identik dengan kesan kotor dan urakan, tapi perlu kau ketahui wahai calon istriku, aku adalah seorang pendaki yang berbeda dengan image pendaki gunung seperti itu. Banyak diluar sana para pendaki yang masih menjaga etikanya, kerapihannya, serta tata kramanya dan aku termasuk salah satu diantaranya. Calon istriku, sebagai seorang pendaki tak perlu kau cemas jika kelak aku menghabiskan hari-hariku di alam. Bukan maksudku ingin m...

TIPS MENJADI TEMAN PERJALANAN YANG BAIK

TIPS MENJADI TEMAN PERJALANAN YANG BAIK Sebagian besar orang memang lebih senang jalan-jalan bersama teman-teman alias berombongan. Traveling sendirian yang akan memakan banyak biaya mungkin menjadi salah satu alasannya. Tentunya akan lebih menguntungkan jika melakukan perjajalan bersama teman. Selain bisa berbagi rasa dan menjadi teman mengobrol, Anda juga bisa berbagi biaya-biaya yang mungkin dikeluarkan seperti biaya hotel, sewa kendaraan, makan, dan lainnya. Jalan-jalan bersama teman memang menyenangkan, tetapi tidak jarang terjadi ketegangan yang membuat pertemanan menjadi retak. Daripada kehilangan teman hanya karena masalah sepele saat jalan-jalan, lebih baik jadikan diri Anda sebagai teman jalan yang menyenangkan bagi orang lain. Perhatikan kiat-kiat berikut: Persiapan. Persiapan sebuah perjalanan hendaknya tidak diserahkan kepada satu orang semata. Memang perlu ada satu orang yang bertindak sebagai koordinator atau pencari informasi, namun bila ada inform...

TIPS MENJADI TEAM LEADER SAAT MENDAKI GUNUNG

TIPS MENJADI TEAM LEADER SAAT MENDAKI GUNUNG  Sadar atau tidak sadar, kita memerlukan seorang team leader yang nantinya bertugas untuk mengkoordinasi anggota tim pendakian yang lain. Biasanya team leader dipilih dari mereka yang memiliki pengalaman pendakian sebelumnya. Tidak hanya butuh hardskill, namun team leader juga harus memiliki softskill supaya benar-benar dihormati oleh seluruh anggota kelompok. Berikut adalah tips menjadi team leader saat mendaki gunung : 1.Ten tukan target pendakian dengan tepat. Sesuaikan target pendakian dengan tepat, sesuaikan dengan kemampuan anggota pendakian yang kamu pimpin. Tetap utamakan keselamatan bersama dibandingkan yang lain. Jangan paksakan ambisi atau egoismu, karena nantinya hal tersebut bisa menjadi bumerang unruk dirimu sendiri. 2.Tentukan batas anggota kelompok. Terlalu banyak anggota kelompok juga kurang baik dalam pendakian karena dapat menyulitkan dan merepotkanmu dalam mengontrol mereka. Cobalah bentuk grup yan...

SISI POSITIF PETUALANGAN DI ALAM BEBAS

SISI POSITIF PETUALANGAN DI ALAM BEBAS  Kapten Haddock, tokoh dalam serial Tintin pernah menggerutu tentang orang yang gemar naik gunung “Buat apa naik gunung kalau nanti harus turun juga” begitu omelnya tidak mengerti. Bagi orang awam kegiatan naik turun gunung, mengarungi jeram, menelusuri lorong gelap abadi, dan memanjat tebing memang dipandang kegiatan yang sia-sia. Apalagi seringkali nyawa sebagai taruhannya, tak heran kalau omelan Kapten Haddock terasa mewakili pandangan awam. Kendati begitu, kegiatan petualangan di alam bebas justru semakin berkibar di persada tercinta ini. Sebut saja ekspedisi sevent summit, ekspedisi Leuser, ekspedisi Memberamo dan masih banyak lagi. Bahkan peminat aktivitas yang sepi tepuk tangan penonton ini semakin menjamur di Nusantara. Lantas, apa sih yang mendorong para petualang mengeluti dunianya, hingga mereka cuek saja terhadap pandangan awam? Sebenarnya para petualangan itu pada awalnya berangkat dari rasa iseng belaka, ikut...

KISAH MENINGGALNYA SOE HOK GIE DI PUNCAK MAHAMERU

KISAH MENINGGALNYA SOE HOK GIE DI PUNCAK MAHAMERU Soe Hok Gie, sebelum menceritakan kisah meninggalnya Soe Hok Gie di puncak Mahameru, ada baiknya kita mengetahui siapa sosok Soe Hok Gie dan apa peranan Soe Hok Gie dalam sejarah pencinta alam Indonesia. Menurut saya, Soe Hok Gie mempunyai peranan penting dalam sejarah pencinta alam di Indonesia, sebab, dialah orang yang pertama kali menggunakan istilah 'Pencinta Alam. Sebelum itu, di Indonesia, sebutan untuk orang-orang yang suka mendaki gunung dan menyusuri alam bebas adalah Aktifis lingkungan atau Penggiat alam bebas. Setelah Soe Hok membuat komunitas Mapala UI, Mahasiwa Pencinta Alam, maka istilah pencinta alam lebih familiar dibanding istilah aktifis lingkungan atau penggiat alam bebas. Semasa hidupnya, dia dikenal sebagai seorang pemuda yang sangat mencintai Indonesia dengan caranya sendiri, yakni mengenal alam dan masyarakat Indonesia dari dekat. Sekelumit Perjalanan Hidup Soe Hok Gie. Pada tanggal 17 De...

Memperingati Dies Natalies Unsuri ke 39 yang penuh cerita yang tak akan terlupa

Memperingati Dies Natalies Unsuri ke 39 yang penuh cerita yang tak akan terlupa             Pecinta Alam Universitas Sunan Giri Surabaya (PASUNG) mengadakan Ekspedisi pendakian 4 gunung dalam rangka Memperingati Dies Natalies Unsuri ke 39 dan memberikan ucapan selamat Wisudawan Wisudawati angkatan 2016, keempat gunung yaitu Gn. Arjuna (3.339 mpdl), Gn. Kembar 1 (2.500 mdpl), Gn. Kembar 2 (2.600 mdpl), Gn. Welirang (3.156 mdpl). Pendakian kali ini di ikuti 8 orang terdiri 2 senior yaitu Rusli Rumalean (Ranting), Harjo Sumitro (Horor), 2 anggota biasa yaitu Muh.sahrudin (Pisau), Dwi Sri Widati (Kinco), dan 4 Anggota Lulus Diklat Andi Siswanto (Lunyu), Masruha ( Jhobo),Maya Febriana (Jhero),Abdul Salam (Jebol). Sebelum berangkat kami Mengagendakan untuk upacara dan berdoa terlebih dahulu, Setelah itu kami berpamitan untuk berangkat ke Tretes, Di perjalan kami sedikit mendapat hambatan karena dua motor yang kam...